Irjen Pol. Sandi Nugroho Sampaikan Pesan Damai Natal dan Optimisme Sambut Tahun Baru 2026
Jakarta — Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam menjaga keharmonisan serta mempererat persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Dalam pesannya, Irjen Pol. Sandi Nugroho berharap perayaan Natal dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai-nilai kasih, damai, dan toleransi antarumat beragama. Menurutnya, semangat Natal hendaknya mampu memperkuat rasa persaudaraan, saling menghormati, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut Tahun Baru 2026 dengan semangat kebersamaan dan optimisme. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Irjen Pol. Sandi Nugroho juga berharap tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, penuh harapan, serta membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan kebersamaan dan persatuan, ia meyakini berbagai tantangan ke depan dapat dihadapi bersama demi mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.
Kapolri Soroti Tantangan Perkembangan Teknologi Digital dalam Menjaga Stabilitas Nasional
Cirebon – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menjadi salah satu tantangan serius dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan amanat pada Apel Kebangsaan Banser Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Cirebon, Selasa (23/12/2025).
Kapolri menekankan bahwa kemajuan teknologi informasi, khususnya media digital, membawa dampak ganda. Di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain memunculkan ancaman berupa disinformasi dan misinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.
“Kita saat ini menghadapi perkembangan teknologi digital yang sangat pesat, yang juga memunculkan tantangan berupa maraknya disinformasi dan misinformasi. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa,” tegas Kapolri.
Menurut Kapolri, tantangan tersebut harus dihadapi secara kolektif oleh seluruh elemen bangsa, termasuk Banser, Polri, dan TNI, dengan memperkuat literasi digital serta menjaga ruang publik agar tetap kondusif.
Ia menilai Banser memiliki peran strategis sebagai bagian dari elemen masyarakat yang dapat menjadi penyejuk di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi digital. Peran tersebut sejalan dengan komitmen Banser dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan.
“Peran Banser sangat dibutuhkan untuk ikut menjaga ruang sosial dan ruang digital agar tidak disusupi narasi yang memecah belah bangsa,” ujarnya.
Melalui sinergi antara Polri, Banser, TNI, dan seluruh elemen masyarakat, Kapolri berharap tantangan era digital dapat dihadapi secara bijak demi menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Polri Larang Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026, Minta Masyarakat Alihkan ke Aktivitas Sosial
Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 dipastikan berlangsung tanpa pesta kembang api. Polri secara tegas tidak memberikan izin penyelenggaraan kembang api yang lazim digelar saat penutupan tahun.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keputusan tersebut langsung dari Mabes Polri. Ia menegaskan kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan situasi kebatinan nasional, khususnya solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
“Yang jelas dari Mabes, kami tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di tutup tahun,” kata Kapolri saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025) mengutip Antara.
Terkait pengawasan dan penindakan di lapangan, Kapolri menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing kepolisian daerah. Setiap Polda diberi kewenangan mengatur razia maupun sanksi sesuai kondisi wilayahnya.
Kapolri juga mengajak masyarakat mengalihkan euforia tahun baru ke aktivitas yang lebih bernilai sosial dan kemanusiaan. Salah satunya mendoakan warga yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana alam.
“Kami tidak memberikan rekomendasi untuk penggunaan kembang api akhir tahun karena kita tahu situasi saat ini semuanya sedang menghadapi situasi yang kita merasakan suasana kebatinan yang sama,” ujarnya.
“Dan kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sekarang terdampak bencana di Sumatera.”
234 Ribu Personel Disiagakan Selama Nataru
Dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polri mengerahkan kekuatan besar. Sebanyak 234.000 personel disiagakan di berbagai titik pelayanan, pengamanan, dan pos terpadu di seluruh Indonesia.
Pos terpadu akan diisi lintas institusi, termasuk Kementerian Perhubungan dan TNI, guna memastikan layanan berjalan terintegrasi dan responsif terhadap potensi gangguan.
“Sehingga kemudian dalam kegiatannya bisa terintegrasi dan sinergisitas dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada,” kata Kapolri.
Jakarta dan Ancol Kompak Tanpa Kembang Api
Kebijakan tanpa kembang api juga diterapkan di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa perayaan pergantian tahun di ibu kota akan digelar sederhana tanpa pertunjukan kembang api.
“Pak Gubernur mengatakan tahun baru ini tidak ada kembang api. Supaya tidak ada kesan kita bermewah-mewah,” ujarnya.
Langkah serupa diambil manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Kawasan wisata tersebut memutuskan meniadakan kembang api sebagai bentuk empati dan duka cita atas bencana yang melanda Sumatera.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windriatmoko, menyebut keputusan itu diambil agar malam tahun baru dapat dimaknai lebih dalam, selaras dengan semangat solidaritas nasional.
Amanakan Nataru Kapolri Kerahkan 147 Ribu Personel Gabungan Termasuk Banser Dan Kokam
Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral dan GPIB Immanuel Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan untuk memastikan terciptanya pengamanan dan pelayanan optimal bagi masyarakat yang menjalani ibadah Natal.
Peninjauan tersebut dilaksanakan bersama dengan Menko Polkam, Menko PMK, Mendagri, Panglima TNI, Kemenag dan stakeholder terkait lainnya.
Menurut Sigit, peninjauan ini merupakan tindaklanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sesuai arahan Pesiden kita diminta berikan pelayanan terkait operasi Nataru di dalamnya kita mengamankan masyarakat mudik , masyarakat yang melaksanakan Misa ibadah Natal dan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun,” kata Sigit usai meninjau Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Sigit memaparkan, untuk mengamankan Nataru tahun ini, sebanyak 147 personel gabungan dikerahkan. Selain itu, Sigit menyebut juga menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) di antaranya yakni Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.
“Kami Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan lain seperti Banser. Kami juga mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan khususnya di Gereja yang melaksanakan perayaan misa Natal,” ujar Sigit.
Dengan dilibatkannya ormas tersebut, Sigit menyebut bahwa, hal itu wujud dari Bhinneka Tunggal Ika. Dimana semua elemen bersatu tanpa melihat agama untuk sama-sama menjaga seluruh Bangsa Indonesia.
“Ini juga bagian dari wujud Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana seluruh masyarakat, elemen bangsa sama-sama tanpa membedakan agama, namun semuanya bersatu untuk ikut membantu memberikan jaminan rasa aman,” ucap Sigit.
“Karena itu tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan TNI, stakeholder terkait dan teman-teman dari ormas, Banser, Kokam dan lain yang ikut membantu, bagian wujud dari Indonesia adalah negara besar, negara yang terus menjaga kesatuan dan persatuan,” tambah Sigit menekankan.
Di sisi lain, Sigit berharap seluruh rangkaian Ibadah malam Misa Natal ini juga bisa mendoakan masyarakat yang sedang mengalami duka cita akibat bencana alam di Sumatra. Ia juga meminta agar seluruh pihak bisa menjaga keamanan dan kelancaran hingga pergantian tahun nanti.
“Dan kita berdoa semua agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal baik hari ini ataupun nanti pergantian tahun semua bisa berjalan. Tentunya kita titip doakan saudara kita yang sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit dan kita berdoa sama-sama untuk saudara kita di Sumatra dan saudara kita di seluruh negeri agar semua terjaga dari situasi prediksi yang kemungkiann bisa terjadi akibat ramalan cuaca,” tutup Sigit.
Kapolri Kerahkan 147 Ribu Personel Gabungan untuk Amankan Nataru
Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral dan GPIB Immanuel Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan untuk memastikan terciptanya pengamanan dan pelayanan optimal bagi masyarakat yang menjalani ibadah Natal.
Peninjauan tersebut dilaksanakan bersama dengan Menko Polkam, Menko PMK, Mendagri, Panglima TNI, Kemenag dan stakeholder terkait lainnya.
Menurut Sigit, peninjauan ini merupakan tindaklanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sesuai arahan Pesiden kita diminta berikan pelayanan terkait operasi Nataru di dalamnya kita mengamankan masyarakat mudik , masyarakat yang melaksanakan Misa ibadah Natal dan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun,” kata Sigit usai meninjau Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Sigit memaparkan, untuk mengamankan Nataru tahun ini, sebanyak 147 personel gabungan dikerahkan. Selain itu, Sigit menyebut juga menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) di antaranya yakni Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.
“Kami Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan lain seperti Banser. Kami juga mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan khususnya di Gereja yang melaksanakan perayaan misa Natal,” ujar Sigit.
Dengan dilibatkannya ormas tersebut, Sigit menyebut bahwa, hal itu wujud dari Bhinneka Tunggal Ika. Dimana semua elemen bersatu tanpa melihat agama untuk sama-sama menjaga seluruh Bangsa Indonesia.
“Ini juga bagian dari wujud Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana seluruh masyarakat, elemen bangsa sama-sama tanpa membedakan agama, namun semuanya bersatu untuk ikut membantu memberikan jaminan rasa aman,” ucap Sigit.
“Karena itu tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan TNI, stakeholder terkait dan teman-teman dari ormas, Banser, Kokam dan lain yang ikut membantu, bagian wujud dari Indonesia adalah negara besar, negara yang terus menjaga kesatuan dan persatuan,” tambah Sigit menekankan.
Di sisi lain, Sigit berharap seluruh rangkaian Ibadah malam Misa Natal ini juga bisa mendoakan masyarakat yang sedang mengalami duka cita akibat bencana alam di Sumatra. Ia juga meminta agar seluruh pihak bisa menjaga keamanan dan kelancaran hingga pergantian tahun nanti.
“Dan kita berdoa semua agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal baik hari ini ataupun nanti pergantian tahun semua bisa berjalan. Tentunya kita titip doakan saudara kita yang sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit dan kita berdoa sama-sama untuk saudara kita di Sumatra dan saudara kita di seluruh negeri agar semua terjaga dari situasi prediksi yang kemungkiann bisa terjadi akibat ramalan cuaca,” tutup Sigit.
Kapolri Pastikan Pengamanan dan Pelayanan Misa Malam Natal Saat Tinjau 2 Gereja,
Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral dan GPIB Immanuel Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan untuk memastikan terciptanya pengamanan dan pelayanan optimal bagi masyarakat yang menjalani ibadah Natal.
Peninjauan tersebut dilaksanakan bersama dengan Menko Polkam, Menko PMK, Mendagri, Panglima TNI, Kemenag dan stakeholder terkait lainnya.
Menurut Sigit, peninjauan ini merupakan tindaklanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sesuai arahan Pesiden kita diminta berikan pelayanan terkait operasi Nataru di dalamnya kita mengamankan masyarakat mudik , masyarakat yang melaksanakan Misa ibadah Natal dan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun,” kata Sigit usai meninjau Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Sigit memaparkan, untuk mengamankan Nataru tahun ini, sebanyak 147 personel gabungan dikerahkan. Selain itu, Sigit menyebut juga menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) di antaranya yakni Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.
“Kami Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan lain seperti Banser. Kami juga mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan khususnya di Gereja yang melaksanakan perayaan misa Natal,” ujar Sigit.
Dengan dilibatkannya ormas tersebut, Sigit menyebut bahwa, hal itu wujud dari Bhinneka Tunggal Ika. Dimana semua elemen bersatu tanpa melihat agama untuk sama-sama menjaga seluruh Bangsa Indonesia.
“Ini juga bagian dari wujud Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana seluruh masyarakat, elemen bangsa sama-sama tanpa membedakan agama, namun semuanya bersatu untuk ikut membantu memberikan jaminan rasa aman,” ucap Sigit.
“Karena itu tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan TNI, stakeholder terkait dan teman-teman dari ormas, Banser, Kokam dan lain yang ikut membantu, bagian wujud dari Indonesia adalah negara besar, negara yang terus menjaga kesatuan dan persatuan,” tambah Sigit menekankan.
Di sisi lain, Sigit berharap seluruh rangkaian Ibadah malam Misa Natal ini juga bisa mendoakan masyarakat yang sedang mengalami duka cita akibat bencana alam di Sumatra. Ia juga meminta agar seluruh pihak bisa menjaga keamanan dan kelancaran hingga pergantian tahun nanti.
“Dan kita berdoa semua agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal baik hari ini ataupun nanti pergantian tahun semua bisa berjalan. Tentunya kita titip doakan saudara kita yang sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit dan kita berdoa sama-sama untuk saudara kita di Sumatra dan saudara kita di seluruh negeri agar semua terjaga dari situasi prediksi yang kemungkiann bisa terjadi akibat ramalan cuaca,” tutup Sigit.
Tinjau 2 Gereja, Kapolri Pastikan Pengamanan dan Pelayanan Misa Malam Natal
Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral dan GPIB Immanuel Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan untuk memastikan terciptanya pengamanan dan pelayanan optimal bagi masyarakat yang menjalani ibadah Natal.
Peninjauan tersebut dilaksanakan bersama dengan Menko Polkam, Menko PMK, Mendagri, Panglima TNI, Kemenag dan stakeholder terkait lainnya.
Menurut Sigit, peninjauan ini merupakan tindaklanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sesuai arahan Pesiden kita diminta berikan pelayanan terkait operasi Nataru di dalamnya kita mengamankan masyarakat mudik , masyarakat yang melaksanakan Misa ibadah Natal dan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun,” kata Sigit usai meninjau Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Sigit memaparkan, untuk mengamankan Nataru tahun ini, sebanyak 147 personel gabungan dikerahkan. Selain itu, Sigit menyebut juga menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) di antaranya yakni Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.
“Kami Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan lain seperti Banser. Kami juga mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan khususnya di Gereja yang melaksanakan perayaan misa Natal,” ujar Sigit.
Dengan dilibatkannya ormas tersebut, Sigit menyebut bahwa, hal itu wujud dari Bhinneka Tunggal Ika. Dimana semua elemen bersatu tanpa melihat agama untuk sama-sama menjaga seluruh Bangsa Indonesia.
“Ini juga bagian dari wujud Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana seluruh masyarakat, elemen bangsa sama-sama tanpa membedakan agama, namun semuanya bersatu untuk ikut membantu memberikan jaminan rasa aman,” ucap Sigit.
“Karena itu tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan TNI, stakeholder terkait dan teman-teman dari ormas, Banser, Kokam dan lain yang ikut membantu, bagian wujud dari Indonesia adalah negara besar, negara yang terus menjaga kesatuan dan persatuan,” tambah Sigit menekankan.
Di sisi lain, Sigit berharap seluruh rangkaian Ibadah malam Misa Natal ini juga bisa mendoakan masyarakat yang sedang mengalami duka cita akibat bencana alam di Sumatra. Ia juga meminta agar seluruh pihak bisa menjaga keamanan dan kelancaran hingga pergantian tahun nanti.
“Dan kita berdoa semua agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal baik hari ini ataupun nanti pergantian tahun semua bisa berjalan. Tentunya kita titip doakan saudara kita yang sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit dan kita berdoa sama-sama untuk saudara kita di Sumatra dan saudara kita di seluruh negeri agar semua terjaga dari situasi prediksi yang kemungkiann bisa terjadi akibat ramalan cuaca,” tutup Sigit.
Polda Metro Kerahkan Unit Jibom dan K9, Pastikan Keamanan Natal
Dokumentasi Polda Metro Jaya
Jakarta. Polda Metro Jaya mengerahkan personel Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana, serta anjing pelacak K9 untuk melakukan sterilisasi gereja dan sejumlah objek vital. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah Natal 2025 berjalan aman dan khidmat.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, sterilisasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan di 1.160 gereja yang melaksanakan ibadah Natal, serta di simpul transportasi publik seperti stasiun kereta api dan terminal bus.
“Tim Jibom dan K9 melaksanakan sterilisasi di gereja-gereja dan beberapa fasilitas publik untuk menjamin keamanan masyarakat selama rangkaian Natal dan Tahun Baru,” ujar Kombes Pol. Budi, Rabu (24/12/25).
Ia menambahkan, kegiatan pengamanan tersebut berlangsung selama Operasi Lilin Jaya 2025. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri juga turun langsung melakukan pengecekan kesiapan tempat ibadah menjelang perayaan Natal.
“Pengecekan meliputi kesiapan gereja dalam menampung jemaat sesuai kapasitas, termasuk antisipasi kondisi cuaca yang tidak menentu. Panitia ibadah diimbau mempersiapkan pelaksanaan dengan baik,” jelasnya.
Selain pengamanan tempat ibadah, Polda Metro Jaya menyiagakan personel di berbagai titik strategis, seperti bandara, stasiun, terminal, dan kawasan wisata. Total 5.044 personel gabungan Polri, TNI, dan pemerintah daerah dikerahkan pada 106 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di wilayah DKI Jakarta.
Polda Metro Jaya memastikan seluruh jajaran bersama stakeholder terkait terus bersiaga untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 dengan rasa aman dan nyaman.
Salah Terminal Di Bandara Soeta ?? …. Tenang Polisi Siap Antar
Kapolda Metro Jaya melakukan pengecekan langsung di Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan Operasi Lilin Jaya 2025, Selasa (23/12).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keamanan, kelancaran arus penumpang, serta kesiapan personel dan fasilitas bandara berjalan optimal, aman, dan tertib selama libur Natal dan Tahun Baru.
Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk melalui penguatan pos pengamanan, pos terpadu, serta layanan ramah anak di area bandara.
Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, mengalami gangguan kamtibmas, atau menemukan situasi darurat di bandara maupun di perjalanan, segera hubungi Call Center Polri 110.
Layanan ini gratis, aktif 24 jam, dan siap merespons cepat laporan masyarakat.
Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan selama libur Natal dan Tahun Baru. Polri hadir untuk masyarakat.
Polda Metro Bangun 106 Pos Pengamanan-Pelayanan Nataru, Intensifkan Patroli
Jakarta – Sebanyak 5.044 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru) di Jakarta. Personel akan disebar di sejumlah tempat ibadah hingga area publik.
“Polda Metro Jaya menurunkan personel lebih kurang 5.044 personel, terdiri dari 4.217 anggota Polri, 394 dari TNI, dan 433 dari pemerintah daerah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Budi menjelaskan, ada total 106 pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu dibangun di kawasan terminal, stasiun, hingga tempat wisata. Personel akan siaga untuk mengamankan rangkaian Nataru agar berjalan aman dan nyaman.
“Ada di beberapa titik wilayah DKI, termasuk bandara, terminal bus, dan stasiun kereta api. Serta melakukan pengamanan patroli gabungan, kemarin dimulai sore hari bersama rekan-rekan dari TNI dan pemerintah daerah, termasuk melibatkan organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi saudara-saudara kita yang merayakan Natal 2025,” jelasnya.
“Selain itu, ada beberapa titik pengamanan di wilayah-wilayah daerah keramaian bagi masyarakat, yaitu ada di Bundaran HI, ada di Monas, serta di Ancol, dan di beberapa perhotelan dan mal yang menggelar pelaksanaan kegiatan Natal dan tahun baru,” imbuhnya.
Budi menambahkan, polisi juga menggelar patroli skala besar untukmu menyisir wilayah Jadetabek. Bhabinkamtibmas bersama masyarakat juga melakukan patroli untuk memastikan rumah warga yang ditinggalkan
“Polda Metro Jaya juga mempersiapkan pengamanan bagi saudara-saudara yang melaksanakan cuti, dalam artian meninggalkan rumah dan harta benda. Ini juga kita mempersiapkan patroli mulai dari tingkat kelurahan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kelurahan. Ini kita lakukan gelar operasi, gelar patroli untuk memberikan rasa aman, termasuk mengimbau kepada para penjaga security yang ada di permukiman masyarakat,”